Sabtu, 28 April 2012

Kenapa Pasta Gigi Disebut Odol?

Apakah Anda pernah berpikir kenapa pasta gigi yang kita pakai setiap hari sering kali disebut dengan "Odol"? Mungkin sudah cukup banyak orang yang tahu. Tapi kalau Anda belum mengetahuinya, inilah jawabannya. 

 

Dia berasal dari merk pasta gigi bernama "Odol" yang amat tersohor di zaman dahulu, termasuk di tanah air kita yang kala itu masih di bawah penjajahan Belanda. Pasta gigi dengan wadah berwarna biru muda mampu menggeser pemakaian tumbukan batu-bata dan bubuk buah pinang (areca nut) yang kala itu masih banyak digunakan penduduk kita untuk menggosok gigi. Namun seperti layaknya dengan istilah-istilah bahasa Belanda lainnya, masyarakat kesulitan untuk mengucapkan kata tandpasta (tand = gigi) ini. Alhasil, diambillah jalan termudah dengan menyebut nama merknya, yaitu "Odol".


Pada gambar terlihat beberapa contoh iklan zaman baheula pasta gigi "Odol" ini. Ada yang bertuliskan Mooi Tanden yang bermakna ’gigi geligi yang indah’, sedangkan iklan kuno yang bertuliskan zahnpasta yang merupakan kata bahasa Jerman dengan makna yang sama. Ya, nampaknya "Odol" ini pertama kali diproduksi di Jerman, yaitu oleh Dresden chemical laboratory Lingner, yang sekarang dikenal sebagai Lingner Werke AG pada tahun 1892 sebagai cairan pencuci mulut/mouthwash. "Odol" moutwash pada tahun 1900 an adalah merk ternama dan yang paling luas penggunaannya di hampir seluruh daratan Eropa seperti Ceko, Hungaria, Belanda dan sebagainya, di negara asalnya hingga saat ini pasta gigi "Odol" ini masih tetap eksis. Berbeda dengan di Indonesia yang sudah lama tidak beredar lagi. Pasta gigi "Odol" sudah berpuluh tahun yang lalu hilang dari peredaran di negeri kita, namun dia meninggalkan warisan kata yang masih digunakan hingga saat ini yaitu "Odol".

Karl August Lingner

Karl August Lingner adalah orang yang menciptakan Odol moutwash dan dia adalah orang yang giat mengampanyekan Hidup Higienis. Dia juga dikenal sebagai orang pertama yang mengadakan International Hygiene Exhibition pada tahun 1911. Dia mendirikan museum The German Hygyene Museum di Dresden.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Topi dan Kaos Custom

Entri Populer